Blog EntryGPS ReceiverApr 18, '08 6:58 AM
for everyone

Sempet senyum-senyum saya pas membaca kalo tetangga Iko dan Hera kadang suka nyasar pas nyetir di Singapura. :) Kota kecil gini, kok masih bisa nyasar? :) Walaupun kotanya kecil, tapi disini memang agak susah nyari jalan kalau kita belum hapal jalan, karena jalan utama dan expressway yang kadang membingungkan, apalagi dari satu titik A ke titik B itu bisa ada beberapa alternatif jalan yang kelihatannya sama dekatnya. Lebih lagi, lalu lintas yang teratur membuat kita agak sulit untuk menepi dan mencari jalan (atau melihat peta) tanpa menghalangi lalu lintas, beda dengan di Jakarta yang tinggal minggirin mobil keluar jalan. :)

Makanya disini, planning rute itu sebenarnya perlu. Kecuali kalau kita udah hapal, lebih baik kita cek dulu ke peta mengenai jalan yang akan kita ambil ke tempat tujuan. Jangan berangkat dulu baru bingung cari-cari jalan. Sekali belokan atau putaran yang kita akan gunakan terlewat, muternya bisa lebih jauh dan waktu 10-15 menit pun akan terbuang untuk setiap belokan yang terlewat. Apalagi kalau waktu peak hour yang kadang macetnya sudah menyaingi Kuala Lumpur atau Jakarta.

Nah, bagi yang males atau kurang mahir baca peta, penggunaan GPS bisa menjadi alternatif. Apalagi, kalau kita udah punya smartphone atau PDA, baik yang berbasis Windows Mobile maupun Symbian, kita tinggal beli GPS receiver yang di-pair ke handphone kita dengan menggunakan fasilitas bluetooth. Jadi tidak perlu beli GPS device yang harganya selangit itu. Karena saya sudah punya handphone Dopod 818 Pro yang berbasis Windows Mobile 5.0 (belum sempet upgrade ke 6.0 nih), saya memilih GPS 10x receiver merk Garmin yang memang merupakan market leader-nya di bidang GPS. Harganya S$190, saya beli di toko Perfect Watch di Sim Lim Square lantai 1. Kalau mau GPS receiver yang lebih murah, katanya sih merk Holux juga bagus. Salah satu model GPS receiver Holux yang popular adalah tipe M-1000, harganya S$129 dan bisa dibeli di East Gear. Walaupun demikian, model tersebut adalah model lama yang sekarang sudah digantikan oleh beberapa model baru seperti M-1200 dan M-241 yang juga berfungsi sebagai logger dan katanya harganya sekarang juga sudah semakin murah (saya belum sempet cek harganya). Jadi sebenarnya, kita hanya butuh biaya sekitar S$100-S$190 saja untuk menjadikan PDA kita sebagai alat navigasi GPS.

Setelah GPS receiver tersebut di-pair ke handphone kita dengan menggunakan bluetooth, baru kita install software untuk navigasi dan peta-nya. Karena saya menggunakan GPSr Garmin, saya memilih untuk menggunakan software Garmin Mobile XT yang bisa kita download (walaupun tidak secara utuh) di website-nya Garmin. Tadinya saya menggunakan software Garmin Que, tapi ternyata software ini kurang stabil dijalankan di PDA saya, sehingga saya akhirnya memutuskan untuk menggunakan Garmin Mobile XT.

Kalau software navigasi-nya pakai Garmin, maka peta-nya juga harus pake peta versi Garmin. Untungnya, peta versi Garmin ini banyak tersedia dan merupakan versi standar kebanyakan peta yang digunakan oleh pengguna GPS. Peta versi Garmin untuk wilayah Singapura (dan Malaysia) saya download secara gratis dari situs Malsingmaps. Bagi rekan-rekan yang membutuhkan peta Jawa, Bali dan beberapa daerah lainnya di Indonesia, peta-nya juga bisa di-download secara gratis di situs Navigasi.Net. Selain versi Garmin, software navigasi dan peta lainnya yang cukup terkenal adalah versi Mapking. Tapi sayangnya software ini tidak gratis, kita harus membeli software Mapking-nya dulu walaupun peta-nya bisa kita dapatkan secara gratis.

Perlu diketahui bahwa software Garmin Mobile XT hanya bisa digunakan dengan GPS receiver merk Garmin. Kalau kita menggunakan GPS receiver merk lain (misalnya Holux), kita harus menggunakan software Garmin Que ditambah software GPSProxy supaya Que-nya bisa berkomunikasi dengan GPS receiver-nya. Nanti kalau sempat, saya akan tulis lebih detail mengenai step-by-step bagaimana saya melakukan instalasi Garmin Que dan Garmin Mobile XT beserta peta-nya ke PDA saya yang berbasis Windows Mobile. Saya banyak mendapatkan informasi berguna mengenai serba-serbi GPS dari situs wiki-nya Malsingmaps.

Jadilah, sekarang saya menggunakan GPS untuk bepergian keliling Singapura. Minggu lalu saya juga mencoba untuk menjajal GPS-nya ke Johor, Malaysia, dan ternyata peta yang saya dapat dari Malsingmaps cukup akurat dan bisa diandalkan.


Blog EntryYahoo! MessengerApr 8, '08 10:45 PM
for everyone

Terus terang, akhir-akhir ini saya jarang nyalain Yahoo! Messenger (YM), biasanya sih lupa nyalain karena kesibukan (YM saya ngga di-set auto start pas boot up). Inilah yang terjadi pas saya kebetulan inget untuk nyalain YM pagi ini.

xxxxxxxx xxxxxx: pak..
xxxxxxxx xxxxxx: bisa minta bantuan ga.. :D
Indra: ada yang bisa dibantu?
xxxxxxxx xxxxxx: hehe
xxxxxxxx xxxxxx: mau minta tlong unreg hp temen sy dr 3636 :P
xxxxxxxx xxxxxx: nomornya 0815xxxxxxx
xxxxxxxx xxxxxx: boleh ya pak :P
Indra: unreg? maaf ngga ngerti...  :) maksudnya unreg itu apa
Indra: ini ngga salah kirim pesen kan?
Indra: maksudnya ngga salah orang? :)
Indra: soalnya saya ngga ngerti unreg dan 3636 itu apa  :) :)
xxxxxxxx xxxxxx: pak..
xxxxxxxx xxxxxx: ga bisa yah :(
Indra: bukan ngga bisa tapi ngga ngerti :)
Indra: 3636 itu apa?
xxxxxxxx xxxxxx: ow
xxxxxxxx xxxxxx: ya udah
xxxxxxxx xxxxxx: ini bukan pak indra betawi ya?
xxxxxxxx xxxxxx: :D
Indra: bukan
Indra:  :D :D
BUZZ!!!
xxxxxxxx xxxxxx: huaaaaaaaa.....ini indra siapa???????
Indra:     lah ngga tau, situ kan yang add saya duluan di YM...  :D :D
xxxxxxxx xxxxxx: *LOL*
Indra: *LOL*
xxxxxxxx xxxxxx: berarti saya salah ketik..
xxxxxxxx xxxxxx: delete aja ya pak
xxxxxxxx xxxxxx: tks
Indra: sama-sama...  :) :)


Blog EntryHow I Missed the Old TimesMar 26, '08 8:31 AM
for everyone
I sent my car to the workshop for 80K km servicing this morning. Being a 80K "full range" of servicing, the service advisor said that it'll take 1.5 days for the car to be serviced. So I can only collect the car tomorrow.

So here I am now, taking a public bus from work to home, just like the old times. :) How I missed them so much. :) :)

So it's time for me to sell the car? Engga ah, sayang... :) :)

*writing this entry inside SMRT bus 963 from Science Park to Bukit Batok*

Blog EntryMilis IndoSing PhotographerMar 11, '08 9:27 PM
for everyone
Originally posted on Indo-Sing blog here.


Dimulai dari diskusi beberapa member Indo-Sing di milis mengenai hobi fotografi mereka, akhirnya salah satu moderator milis Indo-Sing, Pangeran Panda aka Handoko, membuat sebuah milis khusus fotografi untuk orang Indonesia di Singapura. Milis yang dinamakan IndoSing Photographer ini beralamat di indosing-photographer@yahoogroups.com. Untuk berlangganan, silahkan kirim e-mail ke indosing-photographer-subscribe@yahoogroups.com atau join melalui website-nya di http://tech.groups.yahoo.com/group/indosing-photographer/.

Menurut informasi di website-nya, milis ini bertujuan untuk membantu orang-orang Indonesia yang tinggal di Singapore yang memiliki atau tertarik dengan hobi fotografi. Isi dari milis ini adalah tanya jawab tentang informasi apa saja yang berhubungan dengan fotografi, seperti trik, hint dan diskusi perangkat fotografi di Singapura.

Handoko juga membuat blog khusus untuk para kontributor IndoSing Photographer, yang beralamat di http://indosing-photographer.blogspot.com/. Blog ini rencananya digunakan untuk ajang photo-blogging/sharing para member milis IndoSing Photographer.

Sebenarnya sudah ada beberapa komunitas fotografer Indonesia di Singapura. Setahu saya, FN (Fotografer.Net) juga mempunyai “simpul” di Singapura, beranggotakan member FN yang berdomisili di Singapura. Yang saya tahu, beberapa anggota FN Singapura yang rajin “hunting” adalah Wellington dan Yuwono, walaupun saya tidak tahu apakah mereka mempunyai milis tersendiri untuk keperluan ini. Yang pasti, milis IndoSing Photographer ini bisa dijadikan sarana alternatif bagi para pecinta fotografi Indonesia yang bermukim di Singapura. :)


Blog EntryFruit SaladMar 6, '08 8:45 AM
for everyone


Anyone can guess at which restaurant in Singapore we can find this kind of fruit salad? :)


Program acara “Blog Bicara” di Radio Singapore International (RSI) versi bahasa Indonesia selalu saya tunggu. Hal ini dikarenakan, sejak siaran perdana-nya sekitar tiga minggu yang lalu hingga sekarang, program acara radio yang membahas tentang blog dan blogging tersebut selalu menampilkan rekan-rekan blogger Indonesia yang kebetulan berada di Singapura dan tercatat sebagai salah satu kontributor Planet Singapura, situs agregasi blogger Indonesia di Singapura yang saya kelola. Dimulai dari ulasan mengenai blog-nya JaF aka mas Rane, lebih dekat dengan blog Indrani-nya Indi dan Rani, dan yang terakhir minggu lalu membahas cerita fiksi di blog-nya Renatha aka Dodol Surodol.

Lagi penasaran kira-kira blog siapa lagi yang akan dibahas minggu ini, tiba-tiba Fika dari RSI telepon, meminta saya menjadi nara sumber untuk program acara Blog Bicara minggu ini. Halah. :) Dalam wawancara ini, beliau ingin saya membahas mengenai agregasi blog, dan secara lebih spesifik, Planet Singapura, yang saya kelola. Mungkin karena kebetulan topik mengenai agregasi blog ini sedang hangat dibicarakan di blogosphere Indonesia? :)

Wawancara dilakukan kemarin (27/2) siang, dan disiarkan malamnya. Gerak cepat juga. :) Dalam wawancara tersebut, saya membahas mengenai definisi dan fungsi dari agregasi blog, dan bagaimana cara membuat agregasi blog (secara teknis). Dalam kesempatan itu juga saya menceritakan tentang visi dan misi Planet Singapura sebagai situs agregasi blogger Indonesia di Singapura, dimana tujuan saya membuat Planet Singapura adalah:

  1. Untuk memberikan gambaran kepada pembaca Planet Singapura mengenai kehidupan orang Indonesia yang tinggal di Singapura; dan
  2. Untuk menjadikan Planet Singapura sebagai media (atau wadah) bagi komunitas blogger Indonesia di Singapura.

Saya juga sharing mengenai situs-situs agregasi lainnya yang cukup populer di blogosphere Indonesia, seperti Planet Terasi, Merdeka, Planet Kronologger dan Rumah Blogfam. Fika juga memberikan pertanyaan yang cukup menarik: apakah kita perlu meminta ijin dulu kepada pemilik blog sebelum kita mengagregasikan blognya ke situs agregasi yang kita kelola. Saya kurang tahu apakah ini berhubungan dengan postingan saya mengenai Ikatan Blogger Takut Aggregator (IBTA), hahaha. :) Jawaban saya? Silahkan saja dengarkan file podcast-nya yang bisa diambil dan didengarkan disini (sumber aslinya diambil dari sini).

Link terkait:


Blog EntryIkatan Blogger Takut Aggregator (IBTA)Feb 19, '08 9:44 AM
for everyone
Mau menyaingi ISTI? :) :)

---cut---
Nulis sekarang, publish sekarang, tapi tanggalnya mundur. Wehehehhehe....

Takut sama aggregator, dikejar2 trus, sih.. Hahahahhaha....
---cut---

*sambil senyum-senyum saya membacanya* :) :)


Blog EntryBernostalgia Bersama Boyke BaderFeb 19, '08 9:36 AM
for everyone

Artikel ini aslinya diposting disini.


Satu lagi, tokoh lama BemoNet yang mulai nge-blog. Boyke Bader akhirnya memutuskan untuk mulai nge-blog, walaupun beliau masih belum bisa membedakan antara situs personal dan blog, dan masih menganggap bahwa blog adalah sebuah media narsisistik. :)

Saya sendiri kenal Boyke sejak kami sama-sama mengambil S1 di Universitas (dulu STMIK) Gunadarma, hampir dua dekade yang lalu. Beliau-lah yang memperkenalkan saya ke dunia BBS, BemoNet, dan kemudian, Internet. Beliau-lah yang ngomporin saya untuk membeli modem Dynalink yang pada saat itu masih berkecepatan 14.4 Kbps saja. Setelah mencoba beberapa program dial-up terminal host untuk saling men-dial, perjalanan online saya dimulai ketika Boyke memperkenalkan saya ke dunia Bulletin Board System (BBS).

 

Keterangan foto: Boyke dan istrinya, Dety, ketika mengunjungi rumah kami di Singapura dalam acara Hari Raya Open House tahun 2006 yang lalu.

 

Dari daftar nomor telepon BBS yang diberikan oleh Boyke, beberapa BBS yang sempat menjadi langganan saya pada saat itu diantaranya adalah Thunder BBS milik Leonardus Leonardi (karena lokasinya yang dekat dengan rumah saya di Cinere, dengan nomor telepon yang sama-sama berkepala 754), Hang Tuah Online milik Pak Mujaya Hertadi, Ganesha BBS milik Heryudi Ganesha, putra Pak Mujaya yang masih es-em-pe (pada saat itu), dan last but not least, BBS Pusdata (Deperin).

Sistem komunikasi e-mail antar BBS yang ternyata saling terhubung melalui jaringan BemoNet memperkenalkan saya lebih lanjut ke komunitas jaringan e-mail ala FidoNet terbesar di Indonesia tersebut. Disanalah saya berkenalan dengan banyak rekan-rekan BemoNet seperti T.A. Coen, Harry Sufehmi, Donny Hariady, si kembar Gunawan dan Kukuh T. Wicaksono dan kakak mereka Enggar Dwipeni, dan masih banyak lagi rekan-rekan lain yang daftar namanya sempat saya kumpulkan disini.

Boyke juga lah yang memperkenalkan saya ke dunia Internet. Ketika RADNET memberikan akses ujicoba Internet gratis, saya mendaftar atas rekomendasi beliau. Beliau juga sempat mengajarkan saya cara menggunakan Eudora untuk e-mail, dan Netscape Navigator untuk web browsing. Ketika beliau ditawari kerja di RADNET sebagai web developer, beliau juga mengajak saya untuk turut serta.

Kompor lain dari beliau yang saya hampir akan ikuti adalah mengambil S2 di Inggris. Sayangnya, krisis ekonomi yang melanda Indonesia (dan dunia) pada tahun 1997 dan membuat nilai rupiah menjadi tidak berharga (apalagi kalau harus dihadapkan dengan poundsterling) menggagalkan rencana saya mengikuti beliau melanjutkan studi ke Inggris. Akhirnya saya memilih untuk melanjutkan S2 di Universitas Indonesia, dan setelah lulus, saya pun "terdampar" di Singapura ini.

Ah, yang namanya bernostalgia itu memang nikmat, ya… :) Selamat datang di dunia blogosphere Indonesia, Boy. Semoga betah. :) :)

Link terkait:


Blog EntrySingapore DUCKtoursFeb 16, '08 11:29 PM
for everyone

This article is originally posted on ABN's Asia Travel Blog here.

Singapore DUCKtours is a combined city and harbour tour in Singapore, using a refurbished ex-military amphibious vehicle they call as "duck" which can travel on both land and water. The one-hour tour comprises of 40 minutes water tour around Singapore's Marina Bay area and 20 minutes land tour around Singapore's civic district. The water tour in the Marina Bay area will show you places around the Singapore Flyer, Benjamin Sheares bridge, the floating platform, Esplanade and the Merlion, while the land tour in the civic district area will show you places around City Hall and the Padang.

The tour departs from Suntec City on an hourly basis between 10am to 7pm, subject to weather conditions. The price is $33 for adult and $17 for child, quite expensive since it's catered more for tourists. To purchase the tickets, we can approach the ticketing counter, which is located at the Suntec City Mall, near the Convention Centre area. We can use major credit cards for payment.

We will board the duck on an open area just next to the ticketing counter. There is a tour guide who accompanies all the guests throughout the journey and give running commentaries with regards to all the tourist attractions along the way. The best photo stop would be the Merlion, where the duck boat will have a brief stop to allow all guests to take pictures of the Merlion from both sides of the boat.

Note: More pictures can be found here.


Blog EntrySentosa Flowers 2008Feb 9, '08 10:19 AM
for everyone
Original article can be found here.

Another part of our CNY holiday itineraries in Singapore, on the first day of Chinese New Year, we went to Sentosa to visit the Sentosa Flowers 2008 event in the morning, prior to our visit to Aa Duddy and Teh Ellen's place in Tampines for a reunion lunch. Sentosa Flowers 2008 is an annual flower festival held at Sentosa, spanned from Imbiah Lookout to the Beach station.

Having visited the earlier Sentosa Flowers 2007 last year, I found that this year's festival is a bit disappointing. The "blooming" quality of the flowers is not as good as last year's event. I feel that last year's event is more blooming with more variety of beautiful flowers throughout the Imbiah hill. Nevertheless, for the first-timers, this event is quite worth for a visit.

It opens between 9am and 10pm, until 17 February 2008. The admission to the event itself is free, although of course you would still need to pay for the entrance fee into Sentosa ($2) and the transport ($1 using Sentosa Express or Sentosa bus). I would suggest you start your journey from the entrance near Imbiah station. From there, you can explore the flowers park around Imbiah Lookout before heading to the Merlion, and passing through the Merlion Walk all the way to the Beach station.

I agree with Mbak Susan that the best time to visit the event is early in the morning, not only to avoid the hot baking sun, but also to avoid the crowd as well. Different from last year, now they open until 10pm every day, so it might be a good idea to come in the evening.

More pictures can be found on my wife's Multiply site here.

Related links:


Blog EntryBlog Bicara: Mengulas Blog JaFFeb 6, '08 11:21 AM
for everyone
Meneruskan artikel saya sebelumnya, podcast dari acara Blog Bicara di Radio Singapore International (RSI) siaran bahasa Indonesia yang membahas blog-nya JaF aka mas Rane sudah dapat didengar dan di-download di link berikut:

http://indrapr.multiply.com/music/item/1

Aslinya bisa di-download disini:

http://www.podcast.sg/rsi_indon/blogbicara/n080206_bb_jaf.mp3

Silahkan klik hyperlink diatas untuk mendengarkan. Acara tersebut dibawakan oleh Fika yang mewawancarai mas Rane (loh kok penyiar mewawancarai penyiar lain ya, hehehe...).

Merasa tersanjung juga karena mas Rane menyebutkan blog saya sebagai salah satu blog favoritnya, walaupun sayangnya URL yang diberikan merujuk ke alamat blog saya yang tidak pernah saya pergunakan lagi ( http://indrapr.wordpress.com/ ).  :) :)  Blog-blog lain yang menjadi favorit mas Rane adalah blog-nya Pak Budi Rahardjo, Priyadi, Budi Putra dan Paman Tyo.

Berikut adalah komentar saya mengenai blog mas Rane yang "ditayangkan" di sesi tersebut, ternyata kok malah komentar saya (saja) yang dimasukkan, kirain bakalan ada komentar dari rekan-rekan yang lain juga... halah...

1. Sama-sama blogger Indonesia yang berbasis di Singapura;
2. Informasi yang menarik dan mengangkat topik-topik yang sedang hit;
3. Informasi tentang Singapura-nya juga cukup menarik dan bermanfaat; dan
4. Gaya bahasa yang asyik dibaca dan "renyah". *emangnya kue* :) :)

Untuk lebih jelasnya, silahkan dengarkan podcast-nya dengan meng-klik hyperlink diatas. :)

Link terkait:

Wawancara Dengan RSI (Lagi)
Blog Bicara: Mengulas Blog JaF


Blog EntryMenikmati Liburan CNY di SingapuraFeb 5, '08 9:39 PM
for everyone
Mengingat saya tidak mudik dan/atau bepergian keluar Singapura selama liburan CNY ini, saya lagi sibuk nyiapin "local Singapore itinerary" untuk keluarga biar tidak bosen ngendon di rumah selama akhir minggu yang panjang ini. Toko-toko di mall pada tutup kan, jadi jalan-jalan ke mol is not an option.

Ini yang sudah saya rencanakan:

- Siang ini, sambil nunggu istri yang mengikuti acara pengajian ibu-ibu di Clementi, saya mau ngajak anak-anak ke Festive Street Stalls di Chinatown, yah sekedar pengen ngeliat hiruk pikuk dan suasananya saja, walaupun mungkin tidak bisa jajan disana mengingat disana jarang bisa ditemui makanan yang halal.

- Malam ini, mau ngajak istri dan anak-anak ke acara Singapore River Hongbao Festival di Esplanade Park. Ada pameran budaya Cina, tempat main anak-anak (Uncle Ringo amusement park) dan display kembang api nanti pas jam 12 malam (pergantian Tahun Baru Cina).

- Besok, mau ngajak istri dan anak-anak ke Sentosa, tepatnya ke acara Sentosa Flowers 2008 di Imbiah Lookout. Tahun lalu, saya bersama anak-anak juga pernah ke acara yang sama.

- Lusa, kemungkinan besar mau ke acara Open House di Istana. Yang ini masih belum pasti, nunggu konfirmasi dari istri. Hari-nya itu lho, pas Jum'at, not convenient.

Ada usulan mau kemana lagi ya? :) Acara jalan-jalan ke pulau Ubin dengan rekan-rekan komunitas Indo-Sing tidak jadi. Kemana lagi ya? Ada usulan? :) :)

Blog EntryWawancara Dengan RSI (Lagi)Feb 5, '08 9:00 PM
for everyone
Kemarin, di sela-sela kesibukan di kantor, masih sempet juga terima telepon dari Fika untuk wawancara lagi, kali ini lewat telepon. Wawancaranya singkat banget sih, cuma 1-2 menit, dan topik yang dibahas adalah tentang blog-nya JaF aka Mas Rane. Jadi Fika cuma minta komentar singkat saya mengenai blog-nya Mas Rane. :)

Topik mengenai blog JaF's The Name ini akan disiarkan oleh RSI Indonesia pada hari ini, Rabu 6 Februari 2008, dalam acara Blog Bicara yang akan disiarkan pada jam 9:35pm waktu Singapura, atau jam 8:35pm WIB. Sayang saya mungkin ngga akan bisa dengerin langsung karena ada rencana untuk mengajak keluarga jalan-jalan ke acara Singapore River Hongbao Festival 2008 di Esplanade Park nanti malam. Yah, mungkin nanti download podcast-nya aja. :)

Hayo, yang merasa fans blog-nya mas Rane (mbak Endang, mbak Hany, rekan-rekan kroner), silahkan dengerin... :)

Link terkait:

Blog Bicara: Mengulas Blog JaF

Baru dapet informasi dari Fika, FORUM bersama para anggota mailing list komunitas Indonesia di Singapura di RSI Indonesia akan disiarkan mulai tanggal 18 Februari hingga 14 April 2008, setiap hari Senin jam 21:35 waktu Singapura, atau jam 20:35 WIB. Kok selama itu? Karena wawancara maraton tiga topik yang kemarin itu akan dipecah menjadi 9 bagian, tiga bagian per topik. :)

Total ada tiga topik yang dibahas:
  1. Penggunaan mailing list untuk komunitas orang Indonesia di Singapura;
  2. Tips dan trik untuk mencari pekerjaan di Singapura; dan
  3. Diskusi mengenai sampai kapan kita akan tinggal di Singapura.
FORUM tersebut dihadiri oleh perwakilan dari tiga mailing list komunitas Indonesia di Singapura: Renatha, saya dan Sigit yang mewakili milis Indo-Sing, Hany yang mewakili milis IndoSing-Mums dan Judhi yang mewakili milis IMAS. Acaranya bisa di-dengar live dengan menggunakan fasilitas streaming ataupun kalau terlewat, file audionya bisa di-download dengan menggunakan fasilitas podcast, keduanya bisa diakses dari situs web RSI Indonesia pada saat dan setelah acara tersebut disiarkan.

Selamat mendengarkan. :)

Blog EntryTurut Berduka Cita atas Meninggalnya Pak HartoJan 27, '08 9:10 AM
for everyone
Artikel ini aslinya di-posting disini.

Picture courtesy of Channel NewsAsia.

Pada jam setengah tiga waktu Singapura siang tadi (atau sekitar jam 13:30 WIB), saya dan keluarga sedang menghadiri acara housewarming (ngangetin rumah baru) Bagus dan Luki di Sengkang (foto-foto dan liputan menyusul) ketika tiba-tiba Aci membaca SMS yang masuk ke handphone-nya dan mengabari kalau Pak Harto sudah meninggal, sekitar 20 menit sebelumnya. Mas Jan dan Kang Dudi yang lagi asyik nonton siaran langsung tenis Australia Open langsung memindahkan saluran televisi di rumah Bagus ke Channel NewsAsia, yang menayangkan laporan langsung yang cukup lengkap dan me-relay berita dan liputan langsung dari beberapa stasiun TV di Indonesia seperti Metro TV, Lativi dan TVRI.

Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, meminta seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan Pak Harto, dan memutuskan satu minggu masa berkabung nasional. Yudhoyono juga telah menginstruksikan seluruh kantor instansi pemerintah di Indonesia untuk mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang selama 7 hari. Yudhoyono mendeskripsikan Pak Harto sebagai salah satu "anak bangsa" terbaik dan seorang pemimpin besar yang telah banyak memberikan dedikasinya untuk bangsa dan negara Indonesia.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Syed Hamid Albar mengatakan bahwa meninggalnya Pak Harto adalah sebuah "kehilangan besar" bagi region (Asia Tenggara). Menurut beliau, mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan wakil perdana menteri Najib Razak akan menghadiri upacara pemakaman Pak Harto. Sementara dari Singapura, perdana menteri Lee Hsien Loong akan pergi ke Jakarta sore ini untuk memberikan penghormatan terakhirnya kepada Pak Harto, sedangkan wakil perdana menteri S Jayakumar akan menghadiri upacara pemakaman Pak Harto di Solo.

Terlepas dari pro dan kontra, serta perbedaan opini terhadap jasa-jasa beliau untuk Indonesia (artikel tersebut sengaja tidak saya cross-post disini karena memang diperuntukkan untuk "pangsa pasar" yang berbeda), saya mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Pak Harto. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun. Semoga semua kesalahannya dimaafkan oleh Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan iman.


Blog EntryHappy Birthday, JanuaryJan 19, '08 9:31 AM
for everyone
Di pertengahan hingga akhir bulan Januari ini, daftar di kolom "Upcoming Events" di Multiply saya lebih banyak dan "rame" dibandingkan biasanya. Setelah saya cek, ternyata banyak sekali rekan-rekan MP-ers yang berulang tahun dalam beberapa hari ke depan ini.

Dimulai dari Neng Enji yang akan berulang tahun besok (20 Januari), lalu Mbak Yaya yang akan berulang tahun hari Senin (21 Januari), Mbak Hany yang akan berulang tahun hari Kamis (24 Januari), Ichan yang akan berulang tahun hari Jum'at (25 Januari), Agus Abimanyu yang akan berulang tahun hari Sabtu depan (26 Januari), tetangga Hera yang akan berulang tahun 27 Januari, dan juga Mbak Kiky dan Mbak Endang yang barengan berulang tahun tanggal 29 Januari.

Selamat ulang tahun aja deh buat semuanya. Ditunggu acara makan-makannya. :) :)

PS. Tanggal-tanggal diatas valid provided yang bersangkutan men-set tanggal lahir yang benar di setting Multiply-nya. :)

Blog EntryMount FaberJan 19, '08 9:25 AM
for everyone

This article is originally posted on ABN's Asia Travel Blog here.

Mount Faber, one of tourist attractions in Singapore, is not really a mountain. It is just a hill, about 106 metres in height, located just north of the Harbourfront area. The highest point is called Faber Point, and from there, we can have a panoramic view of the surrounding areas, including the Harbourfront area and the buildings at Singapore's central business district area. There's a small Merlion statue in Faber Point, and on the lower level, there are some stone carvings depicting some of Singapore's history.

Just further down from Faber Point, there's a building called The Jewel Box, houses some fine dining restaurants and some souvenir shops. From there, we can also catch a cable car to Harbourfront and Sentosa. Apart from that, there's nothing much to see and do there other than enjoying the greenery of the secondary rainforest around Mount Faber.

The best way to reach Mount Faber is by taxi. There is a bus service from SBS Transit called Parks 409, which runs from Harbourfront bus interchange to Mount Faber on Saturday, Sunday and public holiday. The bus fare is $1, payable using cash or EZ-Link card. If we drive a car there, finding a parking lot might be difficult, especially during evening peak hours. However, The Jewel Box provides valet service for those who need it.

At the moment, the National Parks Board is building a bridge to connect Mount Faber Park and Telok Blangah Hill Park, with a further connection up to Kent Ridge Park, connecting all the three parks. This means that visitors can jog or walk from one park to another without having to exit the park and/or take other methods of transportation. When I visited Mount Faber recently, I saw that the bridge is still under construction, and might be fully operational in the next couple of months.


Original article can be found here.

Pada hari Sabtu, 12 Januari 2007 yang lalu, saya dan keluarga menghadiri acara reuni keluarga para alumni UI (Universitas Indonesia) di Singapura. Undangan untuk menghadiri acara ini saya terima di milis Indo-Sing, dan undangan ini terbuka untuk para alumni UI dan keluarganya yang sekarang bermukim di Singapura. Diprakarsai oleh tiga lulusan UI yang sekarang bermukim di Singapura: Hany, Iif dan Ellen, acara ini diadakan di sebuah function room di dekat tempat kediaman Iwan dan Hany di Braddell, Toa Payoh.

Ternyata banyak sekali alumni UI yang sekarang bermukim di Singapura, terbukti dari banyaknya mereka yang datang ke acara reuni tersebut. Saya tadinya menyangka acara reuni tersebut akan didominasi oleh rekan-rekan alumni Fakultas Ilmu Komputer, mengingat banyak sekali teman-teman Indonesia di Singapura yang merupakan alumni Fasilkom UI. Eh, ternyata setelah dikumpulin untuk keperluan foto, alumni Fakultas Teknik ternyata yang paling banyak, yang didominasi oleh para alumni jurusan arsitektur FTUI yang bekerja di Singapura sini. Ternyata banyak juga arsitek-arsitek Indonesia yang bekerja di Singapura.

Makanan yang disediakan beraneka ragam, mulai dari sate ayam, pempek, bakso, ayam bakar, ketupat, nasi goreng, ayam goreng, tempe mendoan, bakwan, combro, bahkan serabi dan banyak lagi jenis makanan Indonesia lainnya. Tidak lupa juga ada acara sesi foto untuk tiap fakultas dan tiap jurusan di depan spanduk "Reuni UI Singapore" lengkap dengan logo Makara-nya. Saya sendiri ditodong oleh Mbak Hany untuk berfoto bersama rekan-rekan lulusan pascasarjana UI lainnya.

Foto-fotonya bisa dilihat disini, sementara foto-foto dari fotografer lainnya bisa dilihat disini (perlu login ke Facebook), disini, disini, disini, disini dan disini.

Link terkait:



Blog EntryBanquet Halal Food Court di Causeway PointJan 11, '08 6:22 AM
for everyone
This article is originally posted here.

Banquet adalah tempat makan (food court) favorit keluarga kami di Singapura. Tempatnya nyaman dan ber-AC, dan harganya juga terjangkau, tidak berbeda jauh dibandingkan harga makanan di hawker centre dan jauh lebih murah dibandingkan harga makanan di restoran atau kafe. Selain itu, saya juga mempunyai kartu diskon Banquet yang bisa memberikan 10% diskon di seluruh outlet Banquet di Singapura. Kartu diskon ini saya dapatkan secara gratis waktu itu. Sayang sekarang Banquet tidak lagi mengeluarkan kartu diskon ini untuk pelanggan baru.

Yang paling penting, semua kedai (stall) di Banquet mendapatkan sertifikasi halal dari MUIS, sehingga kita dan rekan-rekan Muslim lainnya bisa bebas mencoba semua jenis makanan yang disediakan disana, baik makanan Western, Chinese, Japanese dan banyak pilihan makanan lainnya. Hal ini berbeda dengan food court biasa seperti Kopitiam yang biasanya hanya menyediakan makanan halal di kedai Nasi Padang-nya saja.

Ada banyak cabang Banquet di Singapura, dan beberapa cabang Banquet yang biasa kita kunjungi adalah di Jurong Point (food court halal pertama di Singapura), IMM (Bagus) dan VivoCity. Nah, ada satu lagi cabang Banquet yang baru kita "temukan", walaupun cabang Banquet tersebut sebenarnya sudah buka sejak tahun lalu. Cabang Banquet yang "baru" ini terletak di Causeway Point, salah satu shopping mall terbesar di utara Singapura. Causeway Point terletak di daerah Woodlands, tepat di sebelah stasiun MRT Woodlands.

Lokasi Woodlands yang tidak jauh dari causeway ke Johor Bahru membuat shopping mall ini tidak hanya dikunjungi oleh warga Singapura yang tinggal di bagian utara, tapi juga oleh warga Malaysia, tepatnya Johor Bahru yang memang berlokasi tidak jauh dari sana. Dari tempat kediaman kami di Singapura, perjalanan ke shopping mall ini hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit, melewati Bukit Timah Expressway (BKE).

Di Causeway Point, food court Banquet ini lokasinya cukup terpencil, berada di lantai 7, lantai paling atas, satu lantai dengan pintu masuk dan box office ke bioskop Cathay. Area food court-nya cukup luas, meja dan tempat duduk-nya pun cukup banyak tersedia walaupun tentu saja kadang suka penuh kalau pas jam sibuk. Pilihan makanannya bervariasi mengingat jumlah stall yang cukup banyak, ada chicken rice, makanan Western, makanan Jepang, handmade noodle dan banyak stall lainnya.

Foto-fotonya (tidak banyak) bisa dilihat disini.


Blog EntryWriting for ABN's Asia Travel BlogJan 9, '08 1:35 AM
for everyone
Originally posted here.

At last, I'm now contributing to Asia Blogging Network (ABN). Specifically, I'll be writing on ABN's Asia Travel Blog, and on that blog, I will write more information about travelling in Singapore, the country where I live currently.

Yes, I had expressed my interests in contributing to ABN since the day it was launched, but I was afraid that I might not have the time, and especially, the "passion", to write on ABN. Therefore, I decided not to apply to become one of ABN's contributors. However, Budi offered me to write on ABN's Asia Travel Blog and asked me to write anything about travelling in Singapore, and it's really an offer I couldn't reject. I like travelling a lot, and I often write about my travel experience in my blogs. I was thinking, I might as well share the experience by contributing to ABN, to reach a much greater readers' base.

My article about Dolphin Lagoon is my first contribution to Asia Travel Blog. I'm looking forward to contributing more to ABN and hope to see you guys there. :)


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help