Indra's posts with tag: happening
|  | Date: Saturday, 16 February 2008. Location: Signature Park, Singapore.
Today, we attended a Chinese New Year Family Carnival at our apartment's complex. My wife also participated in the bazaar, getting a table to sell her specialties: food and accessories, together with jeng Epha. Some of their friends (some with their husbands and kids) were also coming to support them.
There are lion dance performance and magic show, and the kids were also participating in some of the games. Inka got herself a tiny little fish on one of the games, and Inka and her team won second prize for costume design competition, which Inka was the model.
On a pleasant surprise, we also got ourselves the second winner of the door prize! :) :)
|
Artikel ini aslinya di-posting disini. Picture courtesy of Channel NewsAsia. Pada jam setengah tiga waktu Singapura siang tadi (atau sekitar jam 13:30 WIB), saya dan keluarga sedang menghadiri acara housewarming (ngangetin rumah baru) Bagus dan Luki di Sengkang (foto-foto dan liputan menyusul) ketika tiba-tiba Aci membaca SMS yang masuk ke handphone-nya dan mengabari kalau Pak Harto sudah meninggal, sekitar 20 menit sebelumnya. Mas Jan dan Kang Dudi yang lagi asyik nonton siaran langsung tenis Australia Open langsung memindahkan saluran televisi di rumah Bagus ke Channel NewsAsia, yang menayangkan laporan langsung yang cukup lengkap dan me-relay berita dan liputan langsung dari beberapa stasiun TV di Indonesia seperti Metro TV, Lativi dan TVRI. Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, meminta seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan Pak Harto, dan memutuskan satu minggu masa berkabung nasional. Yudhoyono juga telah menginstruksikan seluruh kantor instansi pemerintah di Indonesia untuk mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang selama 7 hari. Yudhoyono mendeskripsikan Pak Harto sebagai salah satu "anak bangsa" terbaik dan seorang pemimpin besar yang telah banyak memberikan dedikasinya untuk bangsa dan negara Indonesia. Menteri Luar Negeri Malaysia, Syed Hamid Albar mengatakan bahwa meninggalnya Pak Harto adalah sebuah "kehilangan besar" bagi region (Asia Tenggara). Menurut beliau, mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan wakil perdana menteri Najib Razak akan menghadiri upacara pemakaman Pak Harto. Sementara dari Singapura, perdana menteri Lee Hsien Loong akan pergi ke Jakarta sore ini untuk memberikan penghormatan terakhirnya kepada Pak Harto, sedangkan wakil perdana menteri S Jayakumar akan menghadiri upacara pemakaman Pak Harto di Solo. Terlepas dari pro dan kontra, serta perbedaan opini terhadap jasa-jasa beliau untuk Indonesia (artikel tersebut sengaja tidak saya cross-post disini karena memang diperuntukkan untuk "pangsa pasar" yang berbeda), saya mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Pak Harto. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun. Semoga semua kesalahannya dimaafkan oleh Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan iman.
Original article can be found here. Pada hari Sabtu, 12 Januari 2007 yang lalu, saya dan keluarga menghadiri acara reuni keluarga para alumni UI (Universitas Indonesia) di Singapura. Undangan untuk menghadiri acara ini saya terima di milis Indo-Sing, dan undangan ini terbuka untuk para alumni UI dan keluarganya yang sekarang bermukim di Singapura. Diprakarsai oleh tiga lulusan UI yang sekarang bermukim di Singapura: Hany, Iif dan Ellen, acara ini diadakan di sebuah function room di dekat tempat kediaman Iwan dan Hany di Braddell, Toa Payoh. Ternyata banyak sekali alumni UI yang sekarang bermukim di Singapura, terbukti dari banyaknya mereka yang datang ke acara reuni tersebut. Saya tadinya menyangka acara reuni tersebut akan didominasi oleh rekan-rekan alumni Fakultas Ilmu Komputer, mengingat banyak sekali teman-teman Indonesia di Singapura yang merupakan alumni Fasilkom UI. Eh, ternyata setelah dikumpulin untuk keperluan foto, alumni Fakultas Teknik ternyata yang paling banyak, yang didominasi oleh para alumni jurusan arsitektur FTUI yang bekerja di Singapura sini. Ternyata banyak juga arsitek-arsitek Indonesia yang bekerja di Singapura. Makanan yang disediakan beraneka ragam, mulai dari sate ayam, pempek, bakso, ayam bakar, ketupat, nasi goreng, ayam goreng, tempe mendoan, bakwan, combro, bahkan serabi dan banyak lagi jenis makanan Indonesia lainnya. Tidak lupa juga ada acara sesi foto untuk tiap fakultas dan tiap jurusan di depan spanduk "Reuni UI Singapore" lengkap dengan logo Makara-nya. Saya sendiri ditodong oleh Mbak Hany untuk berfoto bersama rekan-rekan lulusan pascasarjana UI lainnya. Foto-fotonya bisa dilihat disini, sementara foto-foto dari fotografer lainnya bisa dilihat disini (perlu login ke Facebook), disini, disini, disini, disini dan disini. Link terkait:
Original article is posted here. Hari Jum’at (28/12) kemarin, mendadak terima pesan YM dari Fajri: BR lagi di Singapura tuh! Langsung saya meluncur ke blog beliau, dan membaca kalau beliau sudah sampai di Changi. Saya kemudian ingat bahwa saya masih punya booking BBQ pit untuk acara nyate komunitas Indo-Sing yang tidak jadi diadakan, dan booking-an nya belum sempet di-cancel. Saya kemudian mengusulkan ke Fajri apakah kita mau mengundang Pak Budi untuk kopdar sekaligus BBQ-an dengan blogger-blogger Indonesia di Singapura. Fajri ternyata menyambut baik usulan tersebut. Beliau segera mengirimkan e-mail ke Pak Budi, untuk mengundang beliau datang ke acara BBQ tersebut, sekaligus menghubungi beberapa rekan blogger dan profesional IT Indonesia lainnya di Singapura. Gayung bersambut, ternyata Pak Budi membalas e-mail Fajri tersebut, menyatakan bersedia untuk hadir. Saya segera mengontak beberapa rekan blogger lain, seperti JaF aka Pak Rane dan Andri Setiawan, sementara Fajri juga mengontak rekan-rekan profesional TI Indonesia di Singapura seperti Roni Subrata, Dedhi Sujatmiko dan Judhi Prasetyo. Fajri juga mengirimkan e-mail ke rekan-rekan blogger Indonesia di Singapura lainnya yang tergabung di komunitas Planet Singapura. Responnya ternyata positif, mungkin karena banyak juga rekan blogger Indonesia di Singapura yang merupakan fans berat Pak BR? Beberapa blogger Indonesia di Singapura lainnya yang sudah mengkonfirmasi Insya Allah bisa datang (selain yang sudah saya sebutkan diatas) diantaranya adalah Goyo, Indi dan Rani, Arief, Didik dan Hany. Acaranya Insya Allah akan diadakan hari Senin (31 Desember 2007) besok, tepat pas di malam pergantian tahun. Mudah-mudahan tidak hujan. Bagi rekan-rekan blogger Indonesia di Singapura, ataupun rekan-rekan blogger Indonesia yang kebetulan sedang berada di Singapura, silahkan bergabung. Acaranya bersifat semi-potluck, jadi walaupun tuan rumah mengusahakan untuk menyediakan makanan dan minuman seadanya, sumbangan makanan dan minuman dari rekan-rekan juga akan diterima dengan senang hati. Silahkan kontak saya jika ingin ikut bergabung. Doakan semoga acaranya berjalan dengan sukses. Sampai ketemu hari Senin besok. 
Inka was having her 8th birthday on 11 December 2007, and we celebrated her birthday by inviting some of our Indonesian friends over for BBQ gathering at our apartment's BBQ pit and club house, on Sunday evening, 16 December 2007. My wife ordered the birthday cake from her friend Syanti, and the theme of the cake is dinosaurs, Inka's favourite creatures. More pictures of the birthday cake before delivered to us can be found here.
Similar to Irza's BBQ birthday party last August, we ordered the bulgogi chicken satay and black pepper beef satay from Seoul Garden. For this event, my wife also ordered the famous Braddell satay from Hany, which is a hit for the kids. My wife also made her special home-made macaroni schotel. Some of the kids also had the chance to swim at the swimming pool, which is located just next to the BBQ pit. Unfortunately, it was raining near dusk, and we had to move the party to the club house, which is located behind the BBQ pit. The kids were also having fun playing piñata. Some of Inka and Irza's friends who came include Aidan, Hanan and Haifa, Marsya, Fazil, Naira and Fauzan, Annisa and Nadia, Nadira and Adam, Titis, Zahira, Ivan and Rayna. More pictures can be found here.
The political situation in Malaysia is getting hotter recently. It was started with a demolition of an ancient Hindu temple by the Malaysian government late October, causing rage among Indian Malaysian community in Malaysia. Hindu Rights Action Force (Hindraf), whom activists were being detained by the police when protesting against the demolition of the temple, staged mass rallies throughout last month and early this month, shocking the government and the nation. The rallies were highlighting the minority Indian Malaysians' complaints of discrimination by the ruling government, and almost all of the rallies ended with hundreds being arrested. The claims of mistreatment against the Indian community were being denounced by Malaysia's Prime Minister Abdullah Ahmad Badawi, who said that those claims were stirred up to create racial conflicts. It seems that the Malaysian government was trying all-out to curb the situation by performing mass crackdown on those who supported the rallies. They even charged 26 ethnic Indians with attempted murder of a policeman during one of the protests, with their bail being rejected. What's more, some of them were even accused of having links with terrorist groups. And recently, seems that the crackdown has widen and is affecting not only the Indian Malaysians group, but also other groups such as lawyers and human rights leaders who were also staging street protests against the government on some other issues. Even Anwar Ibrahim, the opposition figure and former deputy premier who was being sacked during Mahathir's era, was also detained at Kuala Lumpur International Airport after returning from a trip to Turkey. This leads to the United States government to call on Malaysia to allow freedom of expression and assembly. They have repeatedly raised with Malaysian authorities their belief that citizens in any country should be allowed to peacefully asemble and express their views. But of course, Abdullah's stand is that public safety and security should take precedence above public freedom. Seems that the issue is now getting more serious. Let's just hope that this issue does not cause the Malaysian government to forget that they still have some other important issues to take care, including the flood issue which has caused the death toll to rise and thousands to be evacuated. The above picture is courtesy of ChannelNewsAsia.
Baru saja baca di Channel NewsAsia, mulai 1 Januari 2008 subsidi pelayanan kesehatan untuk foreigner yang bukan permanent resident (PR) di Singapura akan dihapuskan. Ini berarti, biaya pelayanan kesehatan seperti poliklinik atau rumah sakit untuk foreigner yang bukan PR seperti pemegang employment pass (EP) , dependant's pass (DP) atau work permit (WP) akan sama dengan biaya untuk tourist. Subsidi untuk PR sendiri sekarang juga sudah mulai dikurangi kalau dibandingkan subsidi untuk warga negara Singapura. Kalau dulu, subsidi untuk PR dan warga negara Singapura sama, sekarang subsidi untuk PR dikurangi 5%. Dan pada bulan Juli 2008 nanti, subsidi untuk PR akan dikurangi lagi 5%, sehingga perbedaan subsidi antara PR dan warga negara Singapura akan menjadi 10%. Langkah pemerintah Singapura ini adalah untuk lebih membedakan benefit kesehatan antara warga negara Singapura, permanent resident dan non-PR (EP, DP, WP). Tentu saja, langkah ini diterapkan setelah mendapatkan banyak masukan dari warganya, yang mungkin merasa diperlakukan kurang fair jika pemegang PR mendapatkan benefit yang sama dengan warga negara Singapura. Bagi rekan-rekan yang tinggal di Singapura tapi masih belum mengambil PR, mungkin sudah mulai harus mempertimbangkan untuk apply PR, terutama jika memang merencanakan untuk tinggal long term di Singapura.
One of the biggest IT and digital exhibitions in Singapore, SITEX 2007, is now happening at the Hall 5 and Hall 6 of Singapore Expo, now until 2 December 2007. The event is organised by the Singapore Infocomm Technology Federation (SiTF) and managed by Singex Exhibitions. It is an annual exhibition event which has been held since 1988. The organiser promised that this year's SITEX will not only be bigger, but it will also feature new themed segments such as New Technology, Smart Home, IT & New Media Education, Automobile Electronics, and IT for Kids. They also have partnered with Cash Converters and Clean Solutions for a recycling initiative where consumers can can trade in unwanted electronic gadgets or items at the Cash Converters booth for cash, or dispose of them using recycling bins situated near the entrances. This is a good time for you to dispose all your spoiled or unwanted electronic items. Currently I don't have any IT or electronic items to buy, so I'm not too sure whether I'm going to pay a visit to the event. Well, actually my wife has been asking for a new laptop but I'm not too sure whether it's now a good time to buy... we'll see. :) :)
| |