Sedikit iseng, karena melihat banyak blogger yang sekarang lebih suka update situs Multiply-nya dibandingkan situs blog “utama”-nya (baik yang di-hosting di Blogspot, Wordpress ataupun hosting sendiri), sekitar sebulan yang lalu saya coba lempar pertanyaan ini: kenapa banyak yang suka pindah rumah ke MP? Ternyata, saya mendapatkan jawaban yang cukup beragam. Berikut rangkumannya.
Bagi beberapa pengguna Multiply seperti Teh Coni, Jeng Epha, Mbak Ati dan Jeng Hera, nge-blog di Multiply lebih seru karena lebih rame, respon-nya (dalam bentuk komentar) lebih cepat datang, dan minjem istilah-nya jeng Epha: “kayak ceting”.
Padahal mereka juga sebenarnya mempunyai situs blog juga (kebanyakan di Blogspot kecuali Teh Coni yang di-hosting sendiri menggunakan Wordpress). Bahkan Mbak Hany-pun, yang notabene adalah salah satu blogger senior Indonesia di Singapura, “menuduh” kalo rekan-rekannya udah males komen di blog-nya yang sudah banyak hit-nya itu.
Terlepas dari diskusi mengenai pentingnya komentar dalam nge-blog, kenapa di Multiply bisa lebih rame?
Seperti yang dibilang oleh Richoz dan Wisnu, di Multiply ada fitur “My Multiply” yang membantu para MP-ers untuk keep track postingan dari kontak-kontak Multiply mereka. Menurut Richoz, fitur tersebut mirip RSS reader, tapi lebih spesifik, khusus untuk kontak di MP. Ah ya, satu lagi, di Multiply ada sistem “pertemanan” atau kontak seperti di Friendster, membuat jalinan komunitas terasa lebih “dekat” dibandingkan sistem blog biasa yang hanya mengandalkan “saling isi komentar” dan komunitas blog/aggregator.
Kalo menurut Teh Wiwie yang ngaku-nya “gaptek abis”, nge-MP itu benar-benar dimanjain, serba gampang. Dan mengingat komunitas Multiply dan komunitas blogger secara umum itu berbeda (walaupun banyak orangnya yang sama), banyak juga blogger yang me-maintain kedua situsnya: situs blog dan situs Multiply-nya. Ambar adalah salah satunya, dan beliau sangat menghargai dan memanfaatkan fasilitas cross-posting Multiply ke blog-blog yang berbasis Blogger, sehingga pada saat yang bersamaan, beliau bisa update situs Multiply dan Blogspot-nya sekaligus.
Tentu saja, karena pertanyaan itu saya lempar di situs Multiply saya, kebanyakan jawaban saya dapatkan dari pengguna setia Multiply, sehingga terasa kesan subyektifitas-nya.
Apalagi, beberapa pengguna Multiply seperti Wisnu, Ria dan Laila adalah pengguna setia Multiply yang (kayaknya) tidak menggunakan platform blog lain selain Multiply (please correct me if I’m wrong).
Nah, bagaimana feedback dari rekan-rekan yang masih setia dengan platform blog utamanya?
Yanti, salah seorang blogger senior Indonesia yang terkenal dengan situs Celoteh Jalan Kenangan-nya, tetap setia dengan blog-nya dan belum mau pindah. Beliau berpendapat bahwa blog dengan domain sendiri itu lebih umum dan mudah di-customize. Yang komen bisa siapa aja, dan nggak harus daftar dulu, walaupun memang tetap ada resiko kena comment spam. Sedangkan mengenai keep track postingan dari blogger lain, Yanti tetap mengandalkan RSS reader, yang meskipun tidak integrated seperti “My Multiply”, tapi lebih bersifat umum (general).
Dian, salah seorang blogger senior Indonesia yang sekarang bermukim di Amerika Serikat, malahan bilang kalau beliau buka account Multiply karena dipaksa teman.
Beliau malah sekarang resmi memindahkan blog-nya ke wordpress.com, dan bukan ke Multiply. Hal yang sama juga dirasakan oleh Jeng Endang dan Mei Che, yang merasa kalau bikin account Multiply itu adalah “terpaksa”.
Bagaimana dengan Anda?