Indra's posts with tag: singapura

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag singapura
Blog EntryMunajah Cinta dan The Changcuters Jul 14, '08 10:18 AM
for everyone

Apa hubungan antara sinetron "Munajah Cinta" dan grup musik "The Changcuters"?

Tidak ada. :)

Hanya saja, ini adalah fakta menarik setelah saya dan keluarga pindah ke apartemen baru, sejak bulan Maret yang lalu:

  1. Istri dan Inka menjadi penggemar sinetron Munajah Cinta.
  2. Saya dan Irza menjadi penggemar lagu-lagu The Changcuters seperti I Love You Bibeh dan Racun Dunia.

Alasannya cukup sederhana. Di apartemen baru kami ini, alhamdulillah, televisi kami bisa menangkap siaran RCTI dan SCTV dengan menggunakan antena dalam. Sewaktu kami masih tinggal di apartemen lama, yang sebenarnya lokasinya tidak jauh dari apartemen baru ini, kami sama sekali tidak bisa menangkap siaran RCTI dan SCTV, kalaupun bisa, gambarnya tidak jelas dan banyak "semut"-nya.

Sebenarnya secara lokasi, apartemen baru yang berlokasi di Bukit Batok ini terletak lebih barat laut dibandingkan apartemen lama yang berlokasi di Bukit Timah. Jadi, secara geografis, lokasinya lebih jauh dari antena pemancar RCTI dan SCTV yang terletak di Batam.

Namun demikian, untungnya, apartemen baru ini berada di lantai yang cukup tinggi dan memberikan unblock view ke arah selatan, memudahkan gelombang siaran TV dari Batam sampai ke antena dalam yang berlokasi di dalam kamar. Hal ini berbeda dengan apartemen lama yang berlokasi di daerah yang densitas blok apartemen-nya cukup padat.


Original article can be found here.

Pada hari Sabtu, 12 Januari 2007 yang lalu, saya dan keluarga menghadiri acara reuni keluarga para alumni UI (Universitas Indonesia) di Singapura. Undangan untuk menghadiri acara ini saya terima di milis Indo-Sing, dan undangan ini terbuka untuk para alumni UI dan keluarganya yang sekarang bermukim di Singapura. Diprakarsai oleh tiga lulusan UI yang sekarang bermukim di Singapura: Hany, Iif dan Ellen, acara ini diadakan di sebuah function room di dekat tempat kediaman Iwan dan Hany di Braddell, Toa Payoh.

Ternyata banyak sekali alumni UI yang sekarang bermukim di Singapura, terbukti dari banyaknya mereka yang datang ke acara reuni tersebut. Saya tadinya menyangka acara reuni tersebut akan didominasi oleh rekan-rekan alumni Fakultas Ilmu Komputer, mengingat banyak sekali teman-teman Indonesia di Singapura yang merupakan alumni Fasilkom UI. Eh, ternyata setelah dikumpulin untuk keperluan foto, alumni Fakultas Teknik ternyata yang paling banyak, yang didominasi oleh para alumni jurusan arsitektur FTUI yang bekerja di Singapura sini. Ternyata banyak juga arsitek-arsitek Indonesia yang bekerja di Singapura.

Makanan yang disediakan beraneka ragam, mulai dari sate ayam, pempek, bakso, ayam bakar, ketupat, nasi goreng, ayam goreng, tempe mendoan, bakwan, combro, bahkan serabi dan banyak lagi jenis makanan Indonesia lainnya. Tidak lupa juga ada acara sesi foto untuk tiap fakultas dan tiap jurusan di depan spanduk "Reuni UI Singapore" lengkap dengan logo Makara-nya. Saya sendiri ditodong oleh Mbak Hany untuk berfoto bersama rekan-rekan lulusan pascasarjana UI lainnya.

Foto-fotonya bisa dilihat disini, sementara foto-foto dari fotografer lainnya bisa dilihat disini (perlu login ke Facebook), disini, disini, disini, disini dan disini.

Link terkait:



Blog EntryWarung Nasir dan Kedai IbuMar 22, '07 9:15 PM
for everyone

Dalam dua hari terakhir ini, saya berkesempatan menikmati makan siang di dua tempat makan makanan Indonesia di Singapura: Warung Nasir dan Kedai Ibu.

Warung Nasir

Warung Nasir ini terletak di salah satu ruko (shophouse) yang berjejer di Killiney Road, seberang gedung Comcentre SingTel, tidak jauh dari stasiun MRT Somerset. Kalau dari stasiun MRT Somerset, jalan ke arah perempatan Exeter Road dan Killiney Road. Nyeberang Killiney Road ke arah timur, lalu belok kanan, nyusur Killiney Road ke arah selatan. Di sebelah kiri ada deretan ruko-ruko (shophouses), diantaranya ada kios Starhub, tempat jualan ban mobil, dan kios Killiney Kopitiam yang terkenal itu. Nah, Warung Nasir ini pas di sebelahnya Killiney Kopitiam.

Sistemnya kayak nasi padang Melayu, kita dikasih nasi lalu bisa milih lauknya. Bedanya, rasanya lebih meng-Indonesia, berbeda dengan kios-kios nasi padang Melayu yang banyak terdapat di food court disini. Saya memilih rendang ayam yang ternyata enak banget, paru (yang juga enak) dan sayur. Porsi nasi yang disediakan kecil, walaupun kita bisa minta nasi tambah pas order (mirip restoran padang di Indonesia).

Sayangnya, harganya cukup mahal untuk ukuran nasi padang. Saya dan istri memesan dua porsi makanan plus dua minuman untuk berdua, habis sekitar 15 dollar (Singapura), atau sekitar 7.5 dollar per orang termasuk minum.

(Picture taken from http://food.recentrunes.com/)

Kedai Ibu

Kemarin siang, saya janjian dengan beberapa teman komunitas Indo-Sing seperti Audi Pramananda, Roni Subrata, Ricky Korompis dan Edy Panyun untuk makan siang bareng di Kedai Ibu. Kedai masakan Indonesia asli ini dimiliki oleh Teh Ellen, dan berlokasi di Tanjong Pagar Complex, Keppel Road.

Berbeda dengan Warung Nasir yang berada di daerah Orchard, Kedai Ibu ini terletak di selatan CBD, jadi bagi turis Indonesia yang kebanyakan menginap di hotel-hotel di daerah Orchard, agak sulit untuk datang kesini. Kedai ini memang lebih dikhususkan untuk orang-orang yang bekerja di sekitar situ. Buka-nya pun hanya hari kerja Senin sampai Jum'at, sementara Sabtu dan Minggu tutup.

Kalau Warung Nasir itu adalah warung padang Melayu yang meng-Indonesia, Kedai Ibu benar-benar menyediakan masakan asli Indonesia. Memang ada sedikit touching rasa Melayu untuk mengakomodir pelanggannya yang kebanyakan orang Singapura Melayu, tapi rasa Indonesianya lebih terasa. Saya memesan ayam panggang bumbu rujak yang benar-benar nikmat sekali, goreng paru yang juga enak, dan sambal goreng yang enak. Potongan ayam panggangnya gede banget, lebih gede dari potongan ayam panggang yang biasa kita dapatkan di kedai Indonesian BBQ di food court lain.

Harganya? Murah banget. Saya tadi pesan nasi putih sama ayam panggang (potongan besar), paru dan sambal goreng, cuma $3.50. Bisa dibandingkan (bahkan lebih murah) dibandingkan porsi nasi padang Melayu di banyak hawker centre atau food court lainnya. Cuma separo-nya harga di Warung Nasir, dengan rasa yang sama enaknya.

Secara umum, saya merekomendasikan kedua tempat makan tersebut bagi orang Indonesia yang mungkin lagi jalan-jalan ke Singapura, dan kurang cocok dengan masakan Melayu disini dan ingin menikmati makanan Indonesia asli. Selain kedua tempat makan tersebut, tentu saja masih banyak tempat makan lainnya di Singapura yang menyediakan makanan khas Indonesia, seperti Kantin Aneka, Ayam Bakar Ojolali, Ayam Penyet Ria, Es Teler 77 dan lain-lain. List-nya bisa dilihat disini.


VideoKrucils Berjoget DangdutAug 20, '06 11:35 AM
for everyone
Ternyata bukan cuma mbak PLRT aja yang siap goyang dangdut di acara bazaar dan panggung gembira KBRI Singapura dalam rangka merayakan kemerdekaan Indonesia, hari ini. Para krucils juga asyik berjoget. Silahkan lihat tingkah laku Inka dan Irza, Ilma dan Nadia, serta Hanan dan Haifa dalam video berikut ini. :)

Foto-foto, berikut laporan lengkapnya, menyusul yah. :)


Krucils_berjoget.mpg (35.8 MB)

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help